Saturday, July 02, 2011

A Story about a ‘Taaruf' Session




Once there was a very handsome, pious, well educated young man, whose parents emphasized for him to get married. They had seen so many marriage proposals, and he had turned them all down. The parents thought it was becoming a little ridiculous or suspected that he may have someone else in mind.
However every time the parents left the girls house, the young man would always say ‘she’s not the one!’
The young man only wanted a girl who was religious and practicing, however one evening his mother arranged for him, to meet a girl, who was religious, and practicing.
On that evening, the young man, and girl, were left to talk, and ask each other questions. (As one would expect).
The young man, being a gentleman that he was allowed, the lady to ask first.
The young girl asked the young man so many questions, she asked about his life, his education, his friends, his family, his habits, his hobbies, his lifestyle, his enjoyment, his pastimes and his experiences.
The young man replied to all of her questions, without tiring, and politely, with a smile the young girl took up nearly all of the time, over an hour, and felt bad, and asked the young man do you have any questions?
The young man said, It’s ok. I only have 3 questions…
The young girl thought, wow, only 3 questions okay, shoot.
The young man’s first question was:
“Who do you love the most in the world, someone who’s love nothing would ever overcome?”
She said; “This is an easy question. Hmm.. my mother”. The man smiled when hearing that answer.
Second question, he asked; “You said that you read a lot of Qur’an, could you tell me which Surahs you know the meaning of? ”
Hearing this she went red and embarrassed and said; “I do not know the meaning of any yet, but I am hoping to soon Insha-Allah I’ve just been a bit busy.”
The third question the young man asked; “I have been approached for my hand in marriage, by girls that are a lot prettier than you, why should I marry you?”
Hearing this young girl was outraged, she stormed off to her parents with fury, and said; “I do not want to marry this man because he is insulting my beauty and intelligence.”
And the young man and his parents were once again, left without an agreement of marriage.
This time, the young man’s parents were really angry, and said; “What did you do to anger that girl, the family were so nice and pleasant and they were religious like you wanted. What did you ask the girl?? Tell us!”
The young man said; “Firstly I asked her, who you love the most? She said, her mother.”
The parents said; “So, what is wrong with that?!”
The young man said; “No one is Muslim, until he/she loves Allah, and His Messenger (S.A.W.) more than anyone else in the world. If a woman loves Allah and the Prophet (S.A.W.) more than anyone, she will love me and respect me, and stay faithful to me, because of that love, and fear for Allah (S.W.T) and we can share this love, because this love is greater than lust for beauty.”
The young man said; “Then I asked: you read a lot of Qur’an, can you tell me the meaning of any Surah?”
And she said; “No, because I haven’t had time yet. So I thought of that Hadith: ‘ALL humans, are dead except for those who have knowledge’.”
“She has lived 20 years and not found ANY time, to seek knowledge, why would I marry a woman, who does not know her rights, and responsibilities, and what will she teach my children, except how to be negligent, because the woman is the madrasah (school) and the best of teachers. And a woman, who has no time for Allah, will not have time for her husband.”
“The third question I asked her was that a lot of girls, prettier than her, had approached me for marriage, why should I choose you?”
“That is why she stormed off, getting angry.”
The young man’s parents said; “This is a horrible thing to say, why would you do such a thing, we are going back there to apologize.”
The young man said I said; “This is on purpose, to test whether she could control her anger.”
“The Prophet (S.A.W.) said; ‘do not get angry, do not get angry, do not angry’ when asked how to become pious; because anger is from Satan.”
“If a woman cannot control her anger with a stranger she has just met, do you think she will be able to control it with her husband??”


Thus, the moral of this story is:
1) A marriage is based on;
- KNOWLEDGE, not LOOKS.
- PRACTICE, not PREACHING.
- FORGIVENESS, not ANGER.
- SPIRITUAL LOVE, not LUST.
- COMPROMISE, not SHELLFISH.
2) One should look for a person who;
- Has LOVE for Allah (S.W.T.) and the Messenger (S.A.W.)
- HAS knowledge of the al-deen, and can ACT upon it.
- Can CONTROL her anger and other important and crucial factors
- WILLING to compromise.
And it goes both ways, so women seeking a man, should look for the same things.
Insha-Allah, may Allah make every marriage a success, and let us create Love for Allah and his messenger(saw) so that Allah can bless us, and create love in our lives.
Our beloved prophet (S.A.W.) said;
“There is no better structure founded in Islam other than marriage.”
(HR Bukhari & Muslim)

Thursday, June 30, 2011

Isra’dan Mikraj


Saban tahun pada 27 Rejab, pelbagai sambutan diadakan sempena mengingati peristiwa besar yang pernah dialami oleh Nabi s.a.w.

Kadang diisi dengan ceramah, kadang diisi dengan tazkirah-tazkirah, kadang juga diisi dengan malam-malam sambutan.

Peristiwa yang cukup sinonim dengan kita. Peristiwa apakah itu?


Rahsia Suatu Peristiwa


Ya. Memang saban tahun diadakan sambutan.

Namun, sebesar manakah kesan sambutan Isra’ dan Mikraj itu ke atas iman kita sepertimana besarnya kesan Isra’ dan Mikraj itu sendiri kepada gerak kerja dakwah Rasul s.a.w.?

Isra’ yang membawa Nabi dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestin, dan Mikraj yang mengangkat Nabi ke langit untuk bertemu Allah, ia merupakan peristiwa yang cukup besar dalam sejarah perkembangan dakwah Islam.

Meskipun menjadi bahan cercaan dan permainan kaum musyrikin, namun ia tidak sekalipun menghentikan kesungguhan dan semangat Nabi s.a.w.

Di mana rahsianya?


Dorongan Untuk Bangun Dan Meneruskan Langkahan!


Dua peristiwa besar telah berlaku sebelum berlakunya peristiwa Isra’ dan Mikraj.

Ia hakikatnya peristiwa yang sangat menguji jiwa insani. Siapapun yang diuji demikian, pasti akan tersentuh jiwa kemanusiaannya.

Rasa sedih, dukacita, kepayahan, kesusahan dan sebagainya.

Namun, Allah Maha Agung. Ia tidak pernah meninggalkan orang yang bekerja di jalan-Nya tinggal keseorangan dalam kesedihan.

Peristiwa Isra’ dan Mikraj merawat hati Nabi setelah diuji dengan dua peristiwa yang cukup menggetirkan ini.

Baginda terus bersemangat dan gencar dalam menggerakkan dakwah Islam.

Peristiwa apakah itu?


Peristiwa Pertama : Tahun Dukacita


Nabi telah kehilangan dua orang yang paling disayangi dalam kehidupannya.

Isterinya sendiri, Ummul Mukminin Saidatina Khadijah telah pergi meninggalkan beliau. Isteri yang banyak menyokong dan mendokong perjuangan dakwah bersama baginda. Isteri yang sekian lama menjadi benteng kekuatan saat kelemahan. Isteri yang pernah menyelimutkan baginda saat dilanda keresahan ketika kali pertama turunnya wahyu.

Ya. Beliau telah pergi. Pergi untuk selama-lamanya.

Bahkan, ditambah lagi dengan pemergian bapa saudaranya, Abu Talib yang menjadi tulang belakang gerak kerjanya di Makkah.

Abu Talib, bapa saudara baginda yang sentiasa mempertahankan baginda. Biar dalam keadaan apa sekalipun, diancam, diugut, Abu Talib menjadi pelindung.

Abu Talib, insan yang banyak menyokong dan melindungi Nabi s.a.w., akhirnya pergi dalam keadaan tidak mengucapkan dua kalimah syahadah.

Sedihnya hati Nabi sudah tidak terkata lagi. Bapa saudara sendiri yang sejak kecil membelanya akhirnya mati bukan di jalan Islam.

Kehilangan dua orang ini mengakibatkan orang-orang musyrikin semakin ghairah untuk mengambil kesempatan dan mengancam Nabi s.a.w.


Peristiwa Kedua : Dakwah Yang Ditolak Di Taif


Ingatkah lagi pada peristiwa Nabi dilontarkan dan dibaling dengan batu oleh hamba-hamba abdi, khadam dan kanak-kanak nakal di Taif?

Ketika mana berdarah kedua-dua kaki Nabi dilontar dengan batu, Zaid bin Harithah yang bersama dengan Nabi turut mengalami kecederaan hingga berdarah kepalanya kerana cuba melindungi Nabi s.a.w.

Dalam satu hadith yang diceritakan Aisyah r.anha., satu ketika Aisyah pernah bertanya kepada Rasul s.a.w. :

“Wahai Rasulullah, pernahkah engkau merasa lebih pahit dan sengsara dari hari Uhud?”

Jawab baginda : “Bahkan, iaitu ketika menghadapi bangsa kau (Arab) dan yang paling dahsyat sekali ialah ketika aku memperkenalkan diriku dan berdakwah di kalangan puak Ibn Yalil Abdi Kalal di mana tawaran dan dakwahku tadi tidak diterima langsung dan aku beredar dari situ dengan perasaan yang tak keruan. Bila sampai ke suatu tempat bernama Qiran Tha’alib, baru aku sedar, aku mengangkat kepala melihat ke atas, tiba-tiba sekumpulan awan meneduhiku dan aku nampak Jibril alaihissalam memanggilku dan berkata:

“Sesungguhnya Allah azzawajalla telah mendengar setiap perkataan bangsa kau dan tindakan mereka terhadap kau. Dan Allah telah mengutuskan Malaikat segala gunung untuk kau.”

“Suruhlah sekehendakmu.” Kata Rasulullah lagi.

Malaikat segala gunung tadi memanggil dan memberi salam kepadaku dan katanya:

“Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar perihal kaummu dan tindak balas mereka terhadap seruanmu. Aku ini malaikat segala gunung diutuskan oleh Tuhanmu dan perintahkanlah apa saja, untuk apa yang engkau mahu. Kalau mahu, aku boleh hempap ke atas mereka Bukit Al-Akhsyabin.”

Jawab Rasulullah : “ Tapi apa yang aku harapkan agar lahir dari keturunan mereka golongan yang menyembah Allah tanpa mensyirikkan-Nya.”

[HR Bukhari dan Muslim]

Dua peristiwa yang berlaku sebelum Isra’ dan Mikraj ini hakikatnya merupakan tamparan hebat bagi seorang yang memiliki jiwa kemanusiaan. Meskipun ia seorang Nabi, mahupun pendakwah sekalipun.

Kehilangan insan kesayangan dan dakwah ditolak dengan begitu teruk sekali, merupakan musibah yang menguji kesabaran dan kecekalan.

Kata Said Ramadhan Al-Buti dalam kitabnya Fiqh Sirah:

“Selepas itu disusuli dengan peristiwa Isra’ dan Mikraj di mana peristiwa ini adalah kurniaan Allah kepada Muhammad s.a.w. untuk memperkuatkan dan memperbaharui keazaman dan menerangkan bahawa segala pancaroba yang dihadapi oleh Rasulullah bukanlah suatu angkara murka dari Allah…”

Itu adalah dua peristiwa yang berlaku sebelum Isra’ dan Mikraj.

Dakwah Nabi s.a.w. semakin gencar setelah menerima ‘pujukan’ dan ‘dorongan’ melalui peristiwa Isra’ dan Mikraj.

Selepas peristiwa besar yang menjadi bahan tawa musyrikin Makkah itu, dakwah semakin berkembang ke Madinah. Perjanjian Aqabah Pertama telah menyaksikan sekitar 12 orang dari Madinah telah beriman dan membaiat Rasul s.a.w.


Pembangun Jiwa Salahuddin


Isra’ dan Mikraj telah ditakdirkan berlaku melibatkan dua masjid yang mulia. Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestin.

Allah tidak akan menetapkan suatu perkara itu berlaku begitu sahaja jika tidak ada pengajaran atau ibrah daripadanya.

Peristiwa Isra’ ini telah memberi isyarat bahawa Palestin dan Masjid Al-Aqsa adalah berkait rapat dengan keimanan kita.

Kerana peristiwa Isra’ Mikraj ini adalah peristiwa yang hanya boleh diyakini dengan iman.

Jika difikirkan logik akal, memang tidak masuk akal sekali orang dapat pergi ke Masjdil Aqsa dari Masjidil Haram dalam hanya satu malam dan kembali semula sebelum Subuh. Tambahan pula, zaman Nabi s.a.w. belum wujud kapal terbang atau jet dan sebagainya.

Tetapi, hanya IMAN yang dapat membenarkan semua ini bahawa Nabi s.a.w. benar-benar dibawa naik ke langit untuk bertemu Allah bagi menerima perintah solat dalam peristiwa Isra’ Mikraj.

Jadi, tanah Palestin dan Masjidil Aqsa berkait rapat dengan keimanan kita. Dan itu jugalah yang menjadi motivasi pembangun jiwa seorang panglima.

Panglima yang cukup sinonim. Salahuddin Al-Ayubi.

Motivasi dari peristiwa Isra menggerakkan jiwanya untuk bangun dan menyeru kaum muslimin supaya menentang dan menghalau musuh salibi durjana dari tanah Palestin.

Lalu, masih adakah Salahuddin Al-Ayubi lagi pada hari ini yang terinspirasi dari peristiwa Isra’ ini?


Mikraj Hamba Menuju Mulia


Nabi s.a.w. dimikrajkan jasad dan roh baginda dalam peristiwa itu.

Kita hari ini tidak mungkin mengalami peristiwa itu lagi.

Namun, kita mampu untuk ‘MIKRAJ’ juga.

Perintah solat yang Nabi terima ‘direct’ dari Allah s.w.t. menunjukkan akan ketinggian nilai solat itu sendiri, dan kita mampu ber‘MIKRAJ’ melalui solat kita untuk bertemu Allah.

‘MIKRAJ’kan roh kita saat kita solat. Pasti kita akan menemui titik perubahan yang sangat menakjubkan!

Hanya solat sahaja yang diperintahkan ‘direct’ melalui pertemuan Nabi s.a.w. dengan Allah Taala.

Perintah-perintah lain seperti puasa, haji dan sebagainya semua melalui wahyu.

Masyarakat yang meninggalkan solat masyarakat yang rosak. Biar setara mana sekalipun kemajuan dicapai, tetapi ia tidak memiliki apa-apa nilai di hadapan Allah kelak.

Orang yang solatnya kosong tanpa penghayatan, maka ia kerugian juga.

Solat itu sumber tenaga jiwa sebenarnya, kerana ia memiliki nilai yang sama dengan Isra’ Mikraj yang mengecas semula tenaga jiwa kepada Nabi s.a.w. untuk terus gencar dalam dakwah, kerana ia diperintah ‘direct’ dari atas langit.

Justeru, tingginya nilai solat menyebabkan wujud dalamnya hikmah untuk sesiapa sahaja yang inginkan perubahan dalam dirinya ke arah yang lebih baik.

Titik perubahan untuk maju ke hadapan bermula dari baiknya hubungan kita dengan Allah. Maju ke hadapan dalam nilaian IMAN adalah kita semakin dekat dengan Allah s.w.t. dalam apa jua yang kita lakukan.

Kita pula, setakat mana Isra’ Mikraj memberi impak dalam diari KEIMANAN kita?

Muhasabah diri.

Wednesday, June 22, 2011

Betapa ‘Dia’ Mencintaimu..=)



Betapa Allah Mencintai mu…
Dia menciptakan mu dalam bentuk yang sebaik-baiknya…
Dia selalu menjaga mu… tiap detik… tiap minit… dan setiap waktu… tanpa kenal lelah & letih…
Dia memberi mu ujian & masalah untuk kamu atasi agar kamu menjadi orang yg tegar, sabar dan selalu mengingat Nya
Dia memberikan kamu rasa sedih & rasa bahagia, agar kamu selalu bersyukur kepada Nya & tidak menjadi orang yg sombong…
Dia selalu memaafkan semua kesalahan mu…
jika kamu benar bertaubat pada Nya
Dia selalu mencatat setiap kebaikan mu walaupun kebaikan itu hanya sebesar zarah dibumi atau dilangit…
Dia selalu memberi rezeki kepada mu tanpa disangka-sangka…

Tapi apakah kamu sudah benar-benar mencintai Allah seperti Allah mencintai kamu?
Apakah kamu sudah benar-benar mencintai Allah dengan sesungguhnya?

Tanya kepada hati mu…
Apa yang sudah kau lakukan sebagai bukti kau mencintai Allah dengan sesungguhnya…
Sudahkah kamu mencintai Allah seperti Allah mencintai kamu…
Sudahkah kamu melakukan solat 5 waktu tepat pada waktunya… andai kau tahu, bahawa amalan pertama yang dihisab adalah Solat…
Sudahkah kamu membaca Al Quran setiap saat…
Sudahkah kamu memahami apa yang ada di dalam kitab mu Al Quran… Andai kau tahu sesungguhnya apa yg ada didunia ini telah tertulis dalam Al-Quran
Sudahkah hati mu mencerminkan 99 Asmaul Husna…
Sudahkah kamu mempunyai hati yang selalu pemaaf…seperti Allah yang selalu mahu memaafkan kesalahan mu, jika kamu bertaubat dgn sungguh ..

Sudahkah kita menyisihkan sedikit penghasilan kita untuk orang-orang yang kurang mampu…
Sudahkah kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan…
Apakah rasa cinta mu kepada Allah lebih besar daripada rasa cinta mu kepada makhluk ciptaan Nya

Terkadang kita kesal, marah, dan kecewa pada Allah, atas ujian atau cubaan yang kita terima…

Tapi apakah pada saat kita mendapatkan kebahagiaan, kita sering bersyukur & berterima kasih kepada Allah…

Pernahkah kita selalu berbaik sangka kepada Allah atas semua hal yg kita alami…

Andai kau tahu… sungguh ujian atau cubaan yang selama ini kamu terima, itu sebagai tanda rasa sayang & rasa cinta Allah terhadap hamba Nya
Andai kau tahu… bahawa semua itu boleh menjadikan mu orang yang lebih Sabar, lebih Bersyukur, lebih Ikhlas, lebih Bertawakal, dan lebih dekat kepada Allah
Kerana bagi Allah, sangatlah mudah melepas setiap permasalahan hamba Nya setiap saat. Tapi justeru kerana Allah begitu perhatiaan kepada mu, begitu sayang pada mu, dan begitu mencintaimu…

Maka Dia menguji setiap hamba Nya untuk senantiasa mengingatkan mereka bahawa Allah selalu ada untuk mereka & sungguh Pertolongan Allah Sangat Dekat.

Ujian atau cubaan yg menimpa kita adalah peringatan dari Allah
agar kita boleh memperbaiki diri dan senantiasa bertaubat sehingga kita menjadi lebih baik lagi, sehingga pada saat kita bertemu dengan Allah nanti, kita sudah dalam keadaan bersih, tanpa dosa.

Dan kelak ketika kita menghadapi ujian sebenarnya di Liang Lahad oleh Malaikat Mungkar & Nakir, kita boleh menjawab dengan baik & boleh menikmati masa istirahat sampai Hari Kiamat Tiba.

Ingatlah…
Nabi Muhammad SAW pun dahulu mendapat ujian yg sangat berat, padahal Nabi Muhammad itu merupakan hamba yg paling disayang Allah & sudah dijamin masuk syurga. Tapi semua itu dilakukan kerana Allah sangat mencintainya.

"Setiap muslim yg terkena musibah, penyakit, atau yg lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahannya, seperti sebuah pohon menggugurkan daun-daunnya" (HR Muslim)

"Ujian itu akan selalu datang menimpa seorang mukmin & mukminah, baik pada dirinya, pada diri anaknya, atau pada hartanya sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa batas dosa sedikitpun" (HR Tirmidzi)

Kita mendekati Allah sejengkal, Allah mendekati kita sehasta. Kita mendekati Allah sehasta, Allah mendekati kita sedepa. Kita mendekati Allah dengan berjalan, Allah mendekati kita dengan berlari.
Subhanallah betapa Allah sangat mencintai ku…

Sahabatku…
Begitu banyak hal yang telah Allah berikan kepada kita sebagai bukti bahawa Allah sangat mencintai & menyayangi kita, bahkan kita tak akan mungkin boleh menghitungnya.
Lalu kenapa terkadang kita tidak dapat mencintai Allah dengan sesungguhnya…

Sahabatku…
Dekati Allah… Jaga selalu Allah dihatimu… Ingatlah Allah dimanapun kamu berada
Cintailah Allah dengan sesungguhnya dengan Taubat Nasuha…
Dirikanlah solat 5 waktu tepat waktunya & jangan menunda-nundanya
Dan janganlah kamu simpan kitab mu didalam almari sehingga penuh debu, tapi bacalah kitab Suci mu Al Quran & pelajari makna yg terkandung didalamnya
Sedekah kanlah sedikit rezeki mu kepada orang-orang yg kurang mampu
Perbanyaklah mengingat Allah dengan selalu berzikir & bertasbih
Dan janganlah kamu selalu menuntut hakmu kepada Allah… padahal kamu sering lalai menjalankan kewajibanmu kepada Allah
Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, Kerana sesungguhnya Allah sangat menyayangi & mencintaimu…

Sahabatku…
Sebelum terlambat… selama kita masih diberikan Nafas oleh Allah…
Mari kita Cintai Allah dengan sepenuh hati dengan TAUBAT NASUHA
Luruskan Niat mu…Perbaiki Niatmu… dengan Niat Yang Sungguh-sungguh kerana Allah & mengharapkan Redha Allah… mulai Hari Ini… Sekarang Juga… Dan Jangan Menundanya Sampai Besok…
Kerana belum tentu Esok Hari Kita Masih dapat Bernafas…
"Satukanlah dirimu dalam ketaatan dan ketakutan pada Allah sebagai pakaian persiapan akhiratmu, serta berupayalah untuk tempat tinggalmu yg abadi nanti"

Semoga bermanfaat dan penuh Keberkatan dari Allah.....

Saturday, June 18, 2011

Kegelapan Yang Dirasakan Keindahan..



Suatu masa dahulu mungkin...

Aku bersama-sama dengan mereka..

Membangkang dan mencemuh..



Apa yang dinamakan sebagai cahaya..

Kerana kegelapan itu dirasakan keindahan..

Sejadah tergantung bagaikan langsir..

Berkibar-kibar ditiup angin hingga berdebu..




Sangat merindukan tundukan si hamba kepada Tuhannya..

Al-Qur'an seolah surat khabar lama..

Cuma nyaris tidak dibakar..

Yang membacanya hanyalah anai-anai..


Aku melihat yang dinamakan kemasyhuran..

Apabila berada di atas pentas..

Digilai dan diminati oleh jeritan-jeritan wanita..

Terasa ingin sepertinya..



Kerana kegelapan itu dirasakan keindahan..

Aku juga merasakan..

Kenapa harus dihalangi berpasangan..

Jika kita tidak melakukan zina..



Masjid hanya sekadar hiasan dinding..

Islam hanya sekadar di IC dan borang permohonan..

Dzikir hanya sekadar latah..

al-Qur'an seolah untuk mereka yang mati..

Kerana kegelapan itu dirasakan keindahan..



Namun..

Allah masih lagi menyayangi diriku..

Ditebarkan selimut tarbiyah..

Diriku dihurung ke dalamnya..

Kemudian hati ku mula di bersihkan dengan air taubat..



Disucikan dengan keimanan..

Dihiasi dengan ketakwaan..

Walaupun terkadang aku jatuh kerana maksiat dahulu masih berkarat..

Namun aku yakin..

Inilah jalanku..



Cukup aku tidur dalam buainan lena yang menipu..

Bangkit di dalam cahaya yang penuh liku dan duri..

Pejamkan mata semula?

Itu hanya ilusi..

Kerana realiti syurga sedang menanti..

Kerana kegelapan bukanlah keindahan..




Ilham Cipta:
Intuisiinsurgensi,
USM(KK),
1.16 a.m. (16/6/11)

Thursday, June 09, 2011

Tanya Sama Hati..\(^_^)/





Tanya sama hati

Apa asal sayang

Adakah tandanya nampak dipandang

Kumbang rayu bunga

Bulan dan bintangnya

Punya tanda-tanda hubungan mesra



Tanya sama hati

Pernahkah merindu

Ingat masa lena apa mimpimu

Masa berjauhan

Apa nan dikenang

Bila difahamkan itulah sayang



Masa berjauhan

Apa nan dikenang

Bila difahamkan itulah sayang



Tanya sama hati

Apa asal sayang

Adakah tandanya nampak dipandang

Kumbang rayu bunga

Bulan dan bintangnya

Punya tanda-tanda hubungan mesra



Begitulah merdu dan ‘layan’nya lagu yang dicipta oleh Tan Sri P.Ramlee, yang diberi nafas baru oleh Band The Zurah dan seterusnya The Ramlees. Namun, ‘intuisiku’ bukan mahu mengajak anda semua untuk ‘tangkap lentok’ dengan lagu ini tetapi ‘intuisiku’ mahu mengajak anda semua untuk bertanya pada hati. Hah, nak tanya apa?!


Ini Dia Soalannya..


Siapa? Contohnya: Siapakah bakal teman hidup aku?

Apa? Contohnya: Apa yang aku akan jadi nanti?

Kenapa? Contohnya: Kenapa aku mesti melalui hidup yang sebegini?

Bagaimana? Contohnya: Bagaimana aku mahu mengenali diri yang sebenar?

Di mana? Contohnya: Di mana aku sepatutnya belajar?

Bila? Contohnya: Bila aku akan mati?



Eh, Dah Ada Jawapan?!


• Kenapakah MESTI ada pertanyaan?



Apabila kita bertanya, kita mesti mahukan jawapan. Kalau hendak cari jawapan, kita perlulah menggunakan kesemua PANCAINDERA untuk ‘melihat’ dan ‘mentafsir’ persekitaran. Akhirnya tercetuslah idea-idea yang brilliant yang ‘sepatut’nya daripada akal kita.



Firman Allah S.W.T.:



“Katakanlah: "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu."”



(al-An’am: 11)



Kelebihan manusia berbanding makhluk Allah lain adalah kerana kita dianugerahi akal. APABILA AKAL DIGUNAKAN SEPENUHNYA, BARULAH KITA DIPANGGIL ‘MANUSIA’. JIKALAU TIDAK, SAMA SAHAJA KITA DENGAN BINATANG..opps..haiwan, seperti yang dijelaskan Darwin Si Penipu Besar dalam Teori Evolusinya itu.



• Adakah SEMUA soalan ada jawapan?



ADA. MESTILAH ADA. Semua soalan ADA JAWAPANNYA.. cuma ada kalanya kita mungkin TIDAK AKAN TAHU SEHINGGALAH TIBA SAAT DAN KETIKANYA..dengan kata lain, apabila kita ‘BENAR-BENAR BERSEDIA’. Contohnya, MATI dan BAKAL PASANGAN KITA.



Kita tidak akan tahu bila dan di mana kita akan mati. KITA BOLEH MENEKA, TETAPI TAK BERMAKNA IANYA TEPAT! Dan kita akan hanya berjaya mendapatkan ‘kepastian’ sesudah kita mati. Begitu juga dengan jodoh.. acap kali kita merasakan ‘SI DIA’ SANGAT MENJENGKELKAN DAN TIDAK SESUAI UNTUK KITA, TETAPI REALITI ADALAH SEBALIKNYA.. sedangkan yang sudah terpatri janji sehidup semati, rupa-rupanya pula bukanlah ‘untuk’ kita.



Sebagaimana firman Allah S.W.T.:



“Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”

(al-An’am: 11)



Kita perlu mencari. Mencari jawapan pada persoalan-persoalan kehidupan. Dengan itu barulah hidup kita dirasakan bermakna (bak kata my room-mate, “hidup biar bermakna dalam mencari keredhaan Ilahi”=), maka kita pun terbuktilah berguna.



Pun begitu, harus diingat.. HIDUP INI BERASASKAN KEPERCAYAAN. Percaya pada sesuatu yang kita tidak pasti. Tetapi ia pasti berlaku seperti mati. Mengiringi persoalan seperti ini JODOH dan MATI, kita KENALAH BERDOA.



Tanyalah si Dia, Sang Maha Pencipta yang Maha Mengetahui. Apabila kita berserah begitu, nescaya kita akan berasa lapang walaupun tanpa jawapan. Moga-moga yang terbaik hasilnya nanti.



p/s: kata bidalan; "kalau malas nak bertanya, sesat jalan".. akan tetapi harus diingat bahawa tak semua pertanyaan perlu dijawab..bertanyalah pada perkara yang betul-betul dirasakan perlu..=)

Wednesday, June 08, 2011

Menguji Sayang..=)




Rintik-rintik ujian

gugur mengguyur menimpamu

sejuk yang mencengkam

dingin yang menikam

gigil kau menggigil

mendakap tubuh

sendirian.





Tak terlihat dek mata

namun terasa di jiwa

kau tak dibiar sendiri

sejuk yang mencengkam

dingin yang menikam

bukan kerna benci

tapi menguji sayang.



Hujan ujian

guntur musibah

bila dipayungi sabar

bila kautadah pasrah

merentang jalan ke jannah.



DIA berimu hujan

DIA caturkan kilat

untuk sediakan pelangi indah

selepas hujan teduh.


DIA hanya mahu menguji sayang

dengan sedikit payah

kerana

semakin payah

semakin indah

semakin mudah ke jannah!

.
pena ilham:
intuisiinsurgensi,
USMKK,
1.59 a.m (8/6/11).